<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ardi</title>
	<atom:link href="http://ardiardo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardiardo.wordpress.com</link>
	<description>Read What You See</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Apr 2011 05:35:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardiardo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ardi</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardiardo.wordpress.com/osd.xml" title="Ardi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardiardo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tidak Seperti Facebook</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/07/16/tidak-seperti-facebook/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/07/16/tidak-seperti-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 11:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[point]]></category>
		<category><![CDATA[social networking]]></category>
		<category><![CDATA[vyoom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/2009/07/16/tidak-seperti-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Sama halnya dengan Facebook, jejaring sosial yang satu ini juga memiliki fitur yang tidak jauh bedanya. Tapi, Vyoom bisa memberikan apa yang Anda mau. Setiap aktifitas yang dilakukan di dalamnya, akan diberikan point dengan besaran berbeda-beda. Misalnya, ketika Anda mendaftar, akan langsung diberikan 75.000 point. Setelah point terkumpul, Anda bisa menukarkannya dengan hadiah-hadiah yang tersedia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=150&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-149" title="Vyoom" src="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/07/vyoom1.gif?w=655" alt="Vyoom"   />Sama halnya dengan Facebook, jejaring sosial yang satu ini juga memiliki fitur yang tidak jauh bedanya. Tapi, Vyoom bisa memberikan apa yang Anda mau.</p>
<p>Setiap aktifitas yang dilakukan di dalamnya, akan diberikan point dengan besaran berbeda-beda. Misalnya, ketika Anda mendaftar, akan langsung diberikan 75.000 point. Setelah point terkumpul, Anda bisa menukarkannya dengan hadiah-hadiah yang tersedia di Vyoom Reward Store. Tentunya, hadiah-hadih tersebut ada nilai yang dikonfersikan dalam bentuk point. Sebut saja Zune 120GB MP3 Player yang bisa didapat dengan 2.400.000 point, atau Apple Ipod dengan kumpulan point sebesar 4.000.000.</p>
<p>Selain terdapat fitur seperti wall posting yang disebut dengan “social stream”, vyoom juga terintegrasi dengan Twitter. Meski sekarang ini masih dalam versi Beta, tapi Vyoom sudah bisa digunakan dan Anda bisa langsung <a href="http://vyoom.com/u/a6ab4a">mendaftar</a>.</p>
<br />Posted in Internet Tagged: facebook, hadiah, Internet, jejaring sosial, point, social networking, vyoom <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=150&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/07/16/tidak-seperti-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/07/vyoom1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Vyoom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami Skenario Pintar dan Licik</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/06/19/memahami-skenario-pintar-dan-licik/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/06/19/memahami-skenario-pintar-dan-licik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 03:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Karena panas yang menyengat, saya sempatkan mampir ke sebuah warung di pinggir jalan. Selepas parkir, teh botol menjadi pesanan saya pada pemilik warung. Saat itu, bukan hanya saya, tapi ada beberapa orang lain yang juga sedang menghindari teriknya matahari. Seperti biasa, selain melepas dahaga, mereka sering kali melepas obrolan pada temannya mengenai pekerjaan yang dilakoni. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=146&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena panas yang menyengat, saya sempatkan mampir ke sebuah warung di pinggir jalan. Selepas parkir, teh botol menjadi pesanan saya pada pemilik warung. </p>
<p>Saat itu, bukan hanya saya, tapi ada beberapa orang lain yang juga sedang menghindari teriknya matahari. Seperti biasa, selain melepas dahaga, mereka sering kali melepas obrolan pada temannya mengenai pekerjaan yang dilakoni. Entah itu sekedar cerita tentang bosnya yang pelit atau mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.</p>
<p>Setengah menguping, saya mendengar, “pinter juga, luh. Kalo tau caranya kaya gini, kenapa ngga kasih tau dari dulu!” Sambil tersenyum, orang yang satunya membalas dengan nada berbangga, “kalo ngga gini, dari mana dapet tambahan!”<br />
<span id="more-146"></span><br />
Setengah melirik, saya pun melihat ada beberapa berkas yang sepertinya sedang mereka manipulasi. Entah itu nilainya atau peruntukkannya. Mereka mengutak-atik sampai hasilnya terbilang masuk akal dan bisa membanggakan atasannya. Plus, bisa mengantongi sedikit “uang panas”.</p>
<p>Akh, mendapat “uang panas” di tengah matahari yang sedang panas. Menyebut pintar orang yang memanipulasi data. Harusnya, orang itu bukan disebut pintar, tapi licik. Bedanya memang tipis, sama-sama terbilang pandai, tapi orang licik menggunakan kepandaiannya untuk memutarbalikkan fakta, berbuat curang, dan berlaku culas. </p>
<p>Samarnya interpretasi, membuat orang menisbikan arti dari kedua kata tersebut. Bahkan, sering tak tahu bedanya. Padahal, artikulasinya jelas berbeda arah dan sisi. Si Pintar dan Si Licik, sama-sama pandai dalam mencari solusi dari masalah yang dialaminya. Tapi, Si Pintar mencari jalan keluar dengan cara yang positif, sedangkan Si Licik pandai menemukan jalan keluar melalui cara yang negatif. Si Pintar menguntungkan orang lain, sedang Si Licik merugikan orang lain.</p>
<p>Kembali pada drama warung kopi di atas. Mendengar obrolan mereka, saya sendiri tidak heran, karena sekarang ini memang banyak orang yang merasa pandai padahal mereka itu licik. Mereka saja yang merasa pandai, tapi sebenarnya mereka itu adalah orang yang mudah menyerah, penakut, dan gampang kalah. Mudah menyerah mencari jalan dengan cara yang positif, penakut mencari uang yang halal, gampang kalah mencari solusi sesuai aturan berlaku.</p>
<p>Mereka-mereka inilah yang senang “menggerogoti”, mencari jalan pintas, dan menghalalkan segala cara. Bangga dengan hasil kerjanya yang terlihat bagus, padahal kropos tanpa tulang. Senang “menjilat” orang lain di atas data yang mereka manipulasi sendiri, padahal itu artinya mereka berbohong pada diri sendiri. Berbohong sering kali menjadi kendaraan Si Licik dalam mengubah makna tersurat.</p>
<p>Selesai menenggak satu botol teh dan rasa pegal di pinggang sudah hilang, saya pun beranjak dari warung tersebut. Ketika hendak membayar, saya melihat pedagangnya sedang menonton iklan calon presiden dan wakil di televisi 14 inchi miliknya. </p>
<p>Sejenak, saya pun melempar pandangan ke iklan tersebut yang isinya hanya retorika mengajak masyarakat untuk memilih. Tentunya, dengan iming-iming yang dipaksakan mengikuti keinginan masyarakat. Berlagak menjadi “dewa penyelamat” di saat ada maunya.</p>
<p>Dari iklan kampanye politik tersebut, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan bagi saya. Kenapa mereka itu mendadak seperti orang paling pintar di negeri ini? Mengaku punya solusi memajukan negara yang katanya amburadul. Mengumbar data-data guna mendukung pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan. Bahkan, mereka pun tidak segan menjatuhkan kinerja dan menyalahkan lawan politiknya. Mereka ini siapa? Si Licik atau Si Pintar. </p>
<p>Memang, dalam dunia politik, apa saja bisa terjadi. Kamuflase Si Licik bisa saja tak terendus dan identitas Si Pintar pun bisa saja tak terungkap. Tapi, hal itu bisa diketahui kalau kita sebagai masyarakat punya keinginan untuk mencari tahu. Tidak mudah percaya retorika politik dan informasi satu arah yang memang bertujuan membentuk opini positif publik dari salah satu calon presiden dan wakil.</p>
<p>Sekedar mengingatkan, menjelang Pilpres nanti, bersikaplah kritis terhadap apa yang diberikan berbagai media kampanye politik. Namun, kita juga tidak harus apatis atau malah menelan mentah-mentah konten yang disajikan. Bila begitu, dengan sendirinya kita pun akan tahu siapa yang memang pintar dan siapa yang licik. Siapa yang pantas memimpin dan siapa yang malah akan memukul mundur bangsa ini.</p>
<br />Posted in Kolom Tagged: Kolom, Opini, Pemilihan Presiden, pemilu 2009, Pilpres 2009 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=146&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/06/19/memahami-skenario-pintar-dan-licik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sawasdee di Surganya Kuliner Thailand</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/19/sawasdee-di-surganya-kuliner-thailand/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/19/sawasdee-di-surganya-kuliner-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 08:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menu thailand]]></category>
		<category><![CDATA[royal thai]]></category>
		<category><![CDATA[sop tom yum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Thailand bukan hanya terkenal dengan Bangkok-nya yang kosmopolitan. Bukan pula karena Phuket dan Krabi yang memiliki pantai-pantai terbaik di dunia. Tapi, negeri Gajah Putih ini pun sangat populer dengan kekayaan kulinernya yang kental rasa rempah-rempah. Kuliner Thailand tidak terlepas dari masyarakatnya yang terbilang “doyan makan”. Makanya, tidak heran bila di negeri seluas 510.000 kilometer ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=143&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Thailand bukan hanya terkenal dengan Bangkok-nya yang <img class="alignright size-medium wp-image-144" title="Royal Thai_350x262" src="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/05/royal-thai_350x262.jpg?w=271&#038;h=202" alt="Royal Thai_350x262" width="271" height="202" />kosmopolitan. Bukan pula karena Phuket dan Krabi yang memiliki pantai-pantai terbaik di dunia. Tapi, negeri Gajah Putih ini pun sangat populer dengan kekayaan kulinernya yang kental rasa rempah-rempah.</p>
<p>Kuliner Thailand tidak terlepas dari masyarakatnya yang terbilang “doyan makan”. Makanya, tidak heran bila di negeri seluas 510.000 kilometer ini banyak berdiri rumah makan. Dari kelas “jalanan” sampai restoran sekelas Royal Dragon yang menurut Guiness Book of Records merupakan restoran terbesar di dunia.<br />
<span id="more-143"></span><br />
Hidangan khas Thailand seperti, Kai Ho Bai Toei (ayam bungkus daun), Thotman Plakrai atau Thotman Kung (ikan atau udang goreng ala Thai), berbagai jenis Yum (selada Thai), dan aneka jenis Tom yam (sup asam manis) merupakan beberapa menu yang patut dirasakan.</p>
<p>Di Jakarta sendiri, tidak banyak dijumpai restoran yang menyediakan menu khas Thailand. Padahal, cita rasanya sangat spicy dan dekat dengan “lidah” orang Indonesia. Beruntung buat mereka yang tinggal di Tanjung Duren dan sekitarnya. Karena di Jalan Tanjung Duren Utara IV No. 227B, terdapat sebuah restoran otentik Thailand dengan nama Royal Thai.</p>
<p>Eksotika kuliner Thailand memberikan inspirasi usaha bagi pemilik Royal Thai. Dia yang gemar berwisata kuliner ini membuka Royal Thai sekitar sebulan lalu. Menurutnya, restoran ini merupakan resto otentik yang rasa hidangannya tidak berbeda dengan yang ada di Thailand. “Rempah dan bumbunya kami impor langsung dari Thailand dan diolah secara khusus,” katanya.</p>
<p>Pemilik resto ini sering berkelana mencari tempat-tempat makan yang enak. Dia suka sekali mencoba hidangan-hidangan “baru”, makanya Royal Thai pun dicitrakan sebagai tempat makan bagi para pengelana kuliner. “Food adventure start here”.</p>
<p>Meski Royal Thai dibuat identik dengan Istana Grand/Royal Palace, tapi restoran berkapasitas 40 orang ini bukanlah kategori tempat makan yang “mahal”. Pemiliknya sengaja membuat Royal Thai lebih familiar dengan semua kalangan. “Ngga mahal, ngga murah. Relatif terjangkaulah,” ungkapnya.</p>
<p><strong>Sawasdee</strong><br />
Sawasdee Ka adalah ucapan selamat datang berbahasa Thailand yang kerap dikatakan ketika Anda menginjakkan kaki di Royal Thai. Begitu juga ketika Anda pulang, ucapan Kop Kun Ka yang artinya terima kasih, akan terdengar di telinga Anda. Bahasa tersebut sengaja digunakan untuk menambah karakteristik restoran ini sebagai resto otentik Thailand.</p>
<p>Meski begitu, Royal Thai tidak seratus persen seperti resto di Thailand yang pada umumnya bernuansa remang-remang dan gelap. Di sini kita akan menemukan suasana seperti resto kebanyakan di Jakarta. Bergaya minimalis dengan warna yang membuat kita nyaman dalam bersantap. “Konsepnya minimalis, tapi ringan. Tadinya mau dibuat dengan konsep tradisional, cuma takut terlihat mahal,” cerita pemiliknya.</p>
<p>Pilihan tempat duduk pun ada ragamnya. Bila kita senang duduk di sofa yang empuk, bisa memilih tempat yang bersandar dengan dinding. Buat Anda yang terbilang masih asing dengan menu khas Thailand, foto-foto di dinding bisa menjadi petunjuk. Semua foto yang dipajang merupakan menu-menu yang diunggulkan Royal Thai.</p>
<p>Ada cukup banyak menu otentik Thailand yang ditawarkan resto dengan simbol mahkota dan lotus ini. Di antara yang disodorkan Pemilik Royal Thai adalah Sop Tom Yam yang dibedakan dengan Sop Tom Yam Kung (isinya hanya udang galah) dan Sop Tom Yam Seafood (baso, ikan, cumi, kerang, udang, jamur).</p>
<p>Sop ini berbeda dengan yang biasa disajikan resto chinesse food kebanyakan. Bumbu dan rempah yang digunakan asli dari Thailand dengan kombinasi resep khas Royal Thai ditambah kaldu udang asli yang membuatnya lebih gurih.  Rasanya sedikit asam dan pedas. Wangi rempahnya sangat khas sehingga menimbulkan kesan segar. Bumbu yang digunakan pun terbilang bercita rasa “berani”.</p>
<p>Dalam penyajiannya, sop yang ditempatkan dalam satu mangkok, dipadukan dengan daun seledri, bawang putih tumbuk, daun sereh, dan daun ketumbar. Hal yang istimewa adalah meski isinya berbagai seafood, tapi dijamin tidak ada bau atau rasa amis ketika disantap. “Biasanya sop ini dijadikan menu pembuka bagi masyarakat Thailand. Rasanya yang segar, menjadi pembangkit selera buat setiap orang,” ujar pemiliknya.<br />
<strong><br />
Sapi Panggang Thailand</strong><br />
Setelah mencicipi menu pembuka yang rasanya membangkitkan selera, sekarang kita coba menu utama yang disediakan Royal Thai. Pemilik Royal Thai lebih merekomendasikan Sapi Panggang Thailand, Gurame Salad Mangga, Kepiting Kare, dan Kare Ijo untuk dicoba AdInfo.</p>
<p>Tidak lama menunggu,  menu yang pertama keluar adalah Sapi Panggang Thailand. Daging sapi yang digunakan dalam menu ini adalah bagian khas dalam tanpa lemak atau biasa disebut tenderloin. Penyajiannya, daging panggang yang sudah dipotong-potong, disandingkan dengan daun selada dan daun ketumbar.</p>
<p>Menurut Pemilik Royal Thai, cara pembuatannya tidaklah susah. Sebelum dipanggang, daging terlebih dahulu direndam dalam bumbu tertentu selama kurang lebih 3 jam. Setelah matang, lalu disajikan dalam piring yang kemudian disiram sambal. Sambal yang disiram segaris di atas daging, terbuat dari cabe ijo dan merah, jeruk nipis, serta bawang putih.</p>
<p>Mengenai rasanya, ada campuran manis, asam, dan pedas, dagingnya pun cukup empuk di dalam dan terasa kering di luarnya. Setiap gigitan daging panggang ini, sangat terasa gurihnya. Tidak rugi bila kita harus merogoh kocek Rp 36 ribu untuk satu porsinya.</p>
<p><strong>Kare Hijau</strong><br />
Kare Hijau merupakan menu berikut yang disodorkan pada AdInfo. Karena berkuah, Kare Ijo disajikan dalam sebuah mangkuk dan terlihat sangat menggiurkan. Saking nikmatnya, kata pemilik Royal Thai, ada salah satu pembeli yang tergila-gila dengan kuahnya. “Dia makan dan menyeruput kuahnya sampai tetes terakhir,” katanya.</p>
<p>Kare Hijau tidak lain adalah daging sapi atau daging ayam (tergantung pilihan) yang dimasak berkuah santan dengan campuran cabe hijau yang sudah dihaluskan. Selain daging, dalam satu porsinya, dicampur potongan terong, lenca, dan daun kemangi.</p>
<p>Rasa yang paling menonjol dari menu ini adalah gurihnya yang terpadu dari daging dan kuah bersantan. Racikan bumbu rempah-rempahnya terasa sekali dan kental. Sehingga sayang bila tidak disantap habis sampai tetes terakhir. Menu seharga Rp 32 ribu ini sangat pas bila dimakan dengan nasi. Sama halnya dengan Sapi Panggang Thailand di atas.</p>
<p>Selain menu-menu yang telah dijabarkan, masih ada lagi menu favorit yang tidak boleh ketinggal untuk dicoba. Seperti telah disebutkan, ada Gurame Salad Mangga yang berupa gurame goreng krispi dengan mangga muda, atau Kepiting Kare yang dimasak dengan kare, santan, saos Thailand, dan telur. Menu kepiting ini disajikan berkuah dengan taburan daun bawang.</p>
<p>Sebagai penutup, bisa dicoba Singkong Thai yang direbus dan dihidangkan dengan santal kental. Rasanya manis dan gurih. Bisa pula Es Campur yang terbuat dari cendol khas Royal Thai, kelapa muda, dan “home made” merah delima. Atau langsung menenggak Thai Ice Tea yang berwarna oranye dengan campuran gula dan susu. Teh yang digunakan asli di datangkan dari negeri asalnya.</p>
<p>Buat Anda yang ingin mencoba menu Royal Thai, berlaku diskon 20% untuk setiap pemesanan sampai akhir Mei 2009. Kemudian, setiap jumlah pembelian Rp 50 ribu, Anda bisa membeli Sop Tom Yum atau Pad Thai Noodle hanya seharga Rp 5000.</p>
<p>Di samping menu-menu di atas, resto yang dilengkapi free Wi-Fi ini juga menyediakan lunch set berupa, Nasi Cumi Goreng Tepung, Nasi Ayam Panggang Thai,  Nasi Ayam Kemangi dan berbagai hidangan Kwee Tiau lengkap dengan minuman hanya seharga Rp 20 ribu.  Anda ingin menikmati hidangan Thai, silahkan mencoba dan “Be a real food adventure” bersama Royal Thai.</p>
<br />Posted in Kuliner Tagged: Kuliner, menu thailand, royal thai, sop tom yum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=143&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/19/sawasdee-di-surganya-kuliner-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/05/royal-thai_350x262.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Royal Thai_350x262</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Menjadi Awal FJB 2009</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/19/jakarta-menjadi-awal-fjb-2009/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/19/jakarta-menjadi-awal-fjb-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 08:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[festival jajanan bango]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kecap bango]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Digelar selama 2 (dua) hari pada Sabtu, 23 Mei dan Minggu, 24 Mei 2009 di Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan, arena FJB mulai dibuka untuk umum pada pukul 12.00 WIB hingga 22.00 WIB  di hari pertama. Sedangkan di hari kedua, arena FJB akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. ”Sesuai dengan pilihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=137&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div id="attachment_138" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-138" title="FJB 2009 003_390x293" src="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/05/fjb-2009-003_390x293.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Press Conference FJB 2009 di Bumbu Desa Cikini" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Press Conference FJB 2009 di Bumbu Desa Cikini</p></div>
<p>Digelar selama 2 (dua) hari pada Sabtu, 23 Mei dan Minggu, 24 Mei 2009 di Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan, arena FJB mulai dibuka untuk umum  pada pukul 12.00 WIB hingga 22.00 WIB  di hari pertama.</p></div>
<div>Sedangkan di hari  kedua, arena FJB akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. ”Sesuai  dengan pilihan tema, kami hadirkan ratusan penjaja makanan pilihan berdasarkan  keunggulan pada resep warisan, bahan baku pilihan, cara memasak otentik dan  penyajian tradisional,” ucap Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Bango, yang  akrab disapa Memor.</div>
<div><span id="more-137"></span></div>
<p>“Melalui FJB, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara,” papar Memor. “Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.</p>
<p>Selain penjaja makanan lokal, FJB kali ini juga akan menghadirkan 8 Duta<br />
Bango yang mewakili kota Surabaya,  Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Medan dan Jakarta.  Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2009 di Jakarta adalah Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung), Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan), Tengkleng Ibu Edi (Solo), Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya), Sop Saudara Jl. Irian (Makassar), Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta) , dan Tahu Bakso Ibu Pudji &#8211; Ungaran (Semarang).  Sedangkan Pondok Sate Pejompongan terpilih sebagai Duta Bango wakil Jakarta yang juga bakal mengikuti festival jajanan di kota Surabaya dan Bandung.</p>
<p>“Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara khas daerah masing-masing dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah,” jelas<br />
Memor.</p>
<p>Menurut Memor, berbeda dengan FJB tahun-tahun sebelumnya, FJB 2009 akan menghadirkan Kampung Bango, etalase perjalanan dan kiprah Bango selama ini. Sebuah upaya Bango untuk semakin dekat di hati pecintanya. Pengunjung akan dibawa ke sebuah tur yang menguak proses pembibitan kedele hitam hingga produksi. Juga tampil Dapur Bango Cita Rasa Nusantara yang akan berbagi resep khas Nusantara dan tips memasak dipandu oleh Koki Bango.</p>
<p>Sebagai ucapan rasa terima kasih Bango kepada para pecinta kuliner Nusantara, akan dibagikan secara cuma-cuma ribuan porsi Rujak Bango sebagai ide resep baru kepada para pengunjung.</p>
<p>FJB kali ini benar-benar lebih memanjakan para pengunjung. Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yang ikut meramaikan acara ini, seperti pagelaran tari khas Betawi dan Barongsai dengan aksi yang penuh kejutan.</p>
<p>Juga akan tampil penyanyi tenar Kris Dayanti yang akan menghibur pengunjung FJB. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, tersedia juga tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi hiburan bagi seluruh anggota keluarga.</p>
<p>Para pengunjung juga punya peluang untuk mengikuti kuis dan permainan interaktif dengan aneka ragam hadiah menarik. Selain dinikmati para pengunjung, adanya FJB juga memberi pengaruh positif kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi, karena dengan keikutsertaan mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha mereka dapat lebih berkembang. Sebagai catatan, jumlah pengunjung FJB tahun lalu sebanyak 680.000 orang dan total penghasilan penjaja makanan sebesar Rp 4,991,000,000 (hampir Rp 5 milyar).</p>
<br />Posted in Kuliner Tagged: festival jajanan bango, jakarta, kecap bango, Kuliner, kuliner nusantara <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=137&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/19/jakarta-menjadi-awal-fjb-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/05/fjb-2009-003_390x293.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">FJB 2009 003_390x293</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Portal dan “Polisi Tidur” Siap Mangkat</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/15/portal-dan-%e2%80%9cpolisi-tidur%e2%80%9d-siap-mangkat/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/15/portal-dan-%e2%80%9cpolisi-tidur%e2%80%9d-siap-mangkat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pemukiman]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[polisi tidur]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Dengan alasan menggangu kenyamanan pengguna jalan dan menghindari kesan eklusifitas, dalam waktu dekat, portal dan “polisi tidur” di kawasan pemukiman dan perumahan akan ditertibkan Pemda Jakarta. Paling cepat, dilakukan setelah Pilpres nanti. Sekarang ini, keberadaan portal dan “polisi tidur” kadung menjadi jawaban dari menjaga keamanan dan keselamatan. Mengapa portal banyak didirikan? Karena banyak masyarakat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=133&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan alasan menggangu kenyamanan pengguna jalan dan menghindari kesan eklusifitas, dalam waktu dekat, portal dan “polisi tidur” di kawasan pemukiman dan perumahan akan ditertibkan Pemda Jakarta. Paling cepat, dilakukan setelah Pilpres nanti.</p>
<p>Sekarang ini, keberadaan portal dan “polisi tidur” kadung menjadi jawaban dari menjaga keamanan dan keselamatan. Mengapa portal banyak didirikan? Karena banyak masyarakat yang merasa tidak aman. “Polisi tidur” dibuat agar kendaraan motor tidak ngebut ketika melewati kawasan pemukiman atau perumahan.<br />
<span id="more-133"></span><br />
Tapi, dilain sisi, portal dan “polisi tidur” pun menggangu kepentingan umum. Membuat pengguna jalan yang berkendaraan menjadi tidak nyaman dan menghambat mobilitas masyarakat. Apalagi bila portal atau “polisi tidur” dibangun pada jalan umum.</p>
<p>Ketentuan pembuatan portal dan “polisi tidur” sendiri sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Aturannya terdapat dalam Bab II pasal 3 tentang tertib jalan, angkutan jalan, dan angkutan sungai. Isi aturan tersebut yakni kecuali dengan izin gubernur atau pejabat yang ditunjuk.<br />
Bila melanggar, bisa diancam pidana minimal 20 hari penjara, paling lama 90 hari penjara atau denda minimal Rp 500 ribu dan maksimal Rp 30 juta.</p>
<p>Namun, aturan tersebut hanya tinggal aturan. Seusai peristiwa kerusuhan yang terjadi Mei 1998 lalu, beberapa perumahan, kawasan pemukiman, bahkan komplek ruko dan mal pun membatasi diri dengan memasang portal dan pagar besi yang cukup tinggi. Hal tersebut dilakukan dengan alasan untuk menghindari penjarahan dan phobia kerusuhan yang disertai perusakan.</p>
<p>Karena memang dibiarkan, masyarakat yang notabene belum mengerti aturan dan syarat pembuatan portal atau “polisi tidur” pun seenaknya membuat palang jalan dan gundukan tersebut. Akhirnya, portal dan “polisi tidur” menjadi hal yang wajib, terutama di setiap perempatan komplek perumahan.</p>
<p>Dalam hal ini, masyarakat tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena mereka butuh rasa aman. Berkaca pada peristiwa kerusahan lalu, masyarakat merasa tidak ada yang bisa menjamin keselamatan dan keamanan mereka. Makanya, mereka melakukan tindakan preventif yang sekiranya bisa mencegah peristiwa itu terulang lagi.</p>
<p>Sekarang, bila memang alasan tersebut dibilang sudah “basi” dan situasi dikatakan sudah kondusif, apa pemerintah dan aparat keamanan bisa memberi rasa aman pada masyarakat?</p>
<p>Rasa aman, hal inilah yang menjadi esensi dari mengapa masyarakat banyak membuat portal dan “polisi tidur” di kawasan tempa tinggalnya. Kalau memang ada jaminan dan kiat meyakinkan masyarakat dalam hal rasa aman, masyarakat pun akan rela membongkar semua itu. Buat apa mereka mengeluarkan uang untuk membikin portal, duplikat kunci, atau membayar satuan pengaman di setiap perempatan, kalau memang mereka sudah merasa aman.</p>
<p>Okelah, ada yang bilang, kalau begitu, kegiatan Siskamling harus digiatkan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman. Tapi, Siskamling biasanya dilakukan pada malam hari, bagaimana mencegah maling atau perampok siang hari yang kerap menjadi modus pencurian di perumahan-perumahan?</p>
<p>Dengan adanya portal atau “polisi tidur”, setidaknya bisa meminimalisir lalu lalang orang yang bukan penghuni. Sekaligus mencegah pencuri atau perampok dalam mengintai, mengenal lokasi, dan mengetahui kondisi incarannya.</p>
<p>Bila pemerintah dan aparat keamanan tidak bisa memberi rasa aman pada masyarakat, penertiban keberaaan portal dan “polisi tidur” ini bisa banyak mendapat kecaman. Bahkan, bisa saja ada yang menolak. Belum lagi, dengan dibukanya portal, berarti akan membuat lalu lintas, khususnya di kawasan perumahan, akan semakin tinggi. Sehingga bisa membuat jalan menjadi cepat rusak. Kalau sudah begitu, siapa yang akan membetulkan jalan?</p>
<p>Bukannya antipati terhadap kebijakan yang ditelurkan Wagub Jakarta, Prijanto ini, tapi setidaknya Pemda Jakarta bisa membuka mata. Memang benar kita harus mendahulukan kepentingan umum, tapi rasa aman penghuni kawasan pemukiman dan perumahan adalah kebutuhan mendasar yang juga perlu diperhitungkan.</p>
<br />Posted in Kolom Tagged: aturan, Pemda Jakarta, pemukiman, perumahan, polisi tidur, portal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=133&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/15/portal-dan-%e2%80%9cpolisi-tidur%e2%80%9d-siap-mangkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Kunci Sukses Pemilik Usaha</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/15/inilah-kunci-sukses-pemilik-usaha/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/15/inilah-kunci-sukses-pemilik-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[brian tracy]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Seiring semakin banyaknya pemain bisnis dan tingginya tingkat kompetisi, seorang pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan modal. Bila ingin mendapat lebih banyak keuntungan, mereka harus memiliki motivasi yang kuat dan strategi bisnis yang tepat. Presentase kegagalan bisnis rata-rata sangat tinggi. Berkisar 80% lebih dalam 5 tahun pertama. Penyebabnya, bisa bermacam-macam dan sering kali para pengusaha harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=131&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring semakin banyaknya pemain bisnis dan tingginya tingkat kompetisi, seorang pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan modal. Bila ingin mendapat lebih banyak keuntungan, mereka harus memiliki motivasi yang kuat dan strategi bisnis yang tepat.</p>
<p>Presentase kegagalan bisnis rata-rata sangat tinggi. Berkisar 80% lebih dalam 5 tahun pertama. Penyebabnya, bisa bermacam-macam dan sering kali para pengusaha harus menelan pil pahit kegagalan karena mereka “tidak belajar”.<br />
<span id="more-131"></span><br />
Tidak belajar? Ya, kebanyakan para pengusaha atau perusahaan tidak belajar bagaimana membuat rencana kerja, tidak belajar bagaimana membuat strategi bisnis untuk memenangkan kompetisi, dan tidak belajar bagaimana caranya agar perusahaan bisa mengarah pada tujuan yang tepat.</p>
<p>Kalau para pengusaha sendiri seperti itu, bagaimana dengan karyawan-karyawannya? Mereka yang notabenenya berada dalam satu tim, harus pula memiliki rencana kerja, strategi bisnis, dan tujuan kerja yang tepat.</p>
<p>Menurut Master Licence &amp; Coach Brian Tracy’s FocalPoint Coaching, Ellies Sutrisna, setiap orang atau setiap pengusaha itu memiliki jumlah waktu yang sama dalam keseharian. Tapi, kenapa ada orang yang lebih sukses dibanding lainnya? Itu karena mereka (orang sukses) benar-benar menggunakan waktunya dalam mengejar kesuksesan.<br />
“Mereka yang sukses sudah punya arahan dan tujuan yang jelas. Mereka sudah belajar dan menerima bimbingan bisnis yang tepat,” lanjut wanita lulusan University of Wollongong New South Wales, Australia ini.</p>
<p>Bimbingan bisnis (business coaching) dari orang atau institusi yang tepat memang sangat diperlukan pribadi, pengusaha, atau karyawan dewasa ini. Bila tidak, mereka akan tergilas roda kompetisi yang semakin hari semakin ketat.</p>
<p>Tujuan utama dari bimbingan bisnis tidak lain adalah peningkatan profit. Dengan bimbingan bisnis, para pengusaha atau perusahaan bisa menetapkan target yang akan dicapai dan memiliki “pegangan” untuk mencapainya.</p>
<p>Dalam program bimbingan bisnis seperti yang dilakukan Ellies Sutrisna dengan FocalPoint-nya, setiap orang akan dibimbing secara privat, istilahnya “one on one business coaching”. Hal tersebut dilakukan karena memang setiap orang atau perusahaan memiliki masalah dan solusi yang berbeda-beda.</p>
<p>“Bimbingan bisnis untuk pengusaha rumah makan tentunya berbeda dengan pengusaha jasa antar barang,” ujar Ellies yang pernah menulis buku “5 Jurus Jitu Melejitkan Karir” dan “Tetap Nyaman Bekerja dengan Bos Temperamental”.</p>
<p><strong>FocalPoint</strong><br />
Dalam mencari pembimbing usaha, tentunya para pebisnis harus memertimbangkan berbagai hal. Terutama mengenai materi yang diberikan dan kredibilitas coach-nya. FocalPoint sendiri merupakan perusahaan pelatihan dan pengembangan bisnis berskala internasional. Program-programnya sudah diriset lebih dari 25 tahun dan disusun oleh seorang bernama Brian Tracy di Amerika Serikat.</p>
<p>Brian Tracy sudah membuat sekitar 50 judul buku dan 300 materi audio video yang berkaitan dengan motivasi dan pengembangan bisnis. Konsultan bisnis dan pengembangan terbaik di dunia ini telah berpengalaman dalam membimbing perusahaan berskala internasional seperti, IBM, McDonald Douglas, Johson &amp; Johnson, The Million Dollar Round Table, dan ratusan perusahaan dalam Fortune 500 Companies. Setelah eksis di beberapa negara, FocalPoint melebarkan sayapnya di Indonesia sejak awal tahun 2009.<br />
FocalPoint akan membimbing para pemilik bisnis untuk mengerti dan mengimplementasikan konsep bisnis yang sudah terbukti. Sekaligus mengajarkan strategi dan taktik yang dijamin akan menghasilkan “return on investment” yang sangat cepat.</p>
<p>Siapa saja bisa mengikuti program-program yang diselenggarakan FocalPoint. Baik pemilik usaha, maupun karyawan dalam satu perusahaan. “Sebenarnya, bimbingan bisnis ini bukan untuk semua orang, tapi hanya untuk mereka yang mau sukses,” ujar Ellies yang memulai karirnya di tahun 1989.</p>
<p>Program yang diberikan FocalPoint terdiri dari beberapa area kunci yang berhubungan langsung dengan kesuksesan. Seperti, kepemimpinan, manajemen, delegasi, produktifitas, pertumbuhan, pengambilan keputusan, ekseskusi, dan lain sebagainya.<br />
<strong><br />
One on one business coaching</strong><br />
Kalau ada yang bilang bisnis itu bisa dipelajari secara otodidak, hal tersebut bukanlah mustahil. Apalagi sekarang ini sudah banyak diterbitkan buku-buku dan CD pengembangan bisnis atau bisa pula mencarinya di internet. Bahan-bahan tersebut dapat langsung diterapkan dalam bisnis, tidak perlu bersusah payah mengikuti bimbingan, training atau workshop bisnis.</p>
<p>Memang betul hal tersebut bisa dipelajari dari berbagai media yang menjabarkan pengembangan bisnis. Tapi, menurut Ellies, dalam penerapannya, diperlukan disiplin, semangat, dan konsistensi yang tinggi. Bila hal itu tidak ada, mustahil kesuksesan bisa didapat.</p>
<p>Sebaliknya, bila kita mengikuti program seperti yang diberikan FocalPoint, kami bisa mengontrol hasil yang didapat. Sekaligus memberikan arahan-arahan yang sekiranya bisa dimaksimalkan dalam meraih kesuksesan. “Setiap pertemuan, kita pasti akan memberikan penilaian, kontrol, dan pengarahan yang jitu dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan,” ucap Ellies.</p>
<p>Begitu juga bila pemilik bisnis memiliki masalah dengan usahanya. Misal saja, ketika diarahkan menggiatkan promosi, ternyata mereka tidak punya dana promosi. Apa yang harus mereka lakukan? Di sinilah peran FocalPoint untuk memberikan solusi dari masalah tersebut.</p>
<p>“Kami memiliki 21 cara mendapatkan uang untuk masalah tersebut. Kami juga akan memberi pengertian akan manfaat promosi itu sendiri. Hitungannya, bila kita mengeluarkan bujet promosi senilai Rp 2 juta, karena terus dipromosikan, profit akan meningkat jadi dua kali lipat. Apa mereka ngga mau?” jelas Ellies.</p>
<p>Di samping hal-hal tersebut, FocalPoint juga akan memberi motivasi buat setiap kliennya. Sekaligus memberikan keseimbangan antara kehidupan bisnis dan pribadi. “Sering kali, kondisi orang tidak stabil karena suatu peristiwa atau kondisi tertentu. Nah, di sinilah peran kita untuk memberikan motivasi agar ‘obor semangat’ mereka terus menyala,” jelas Ellies.</p>
<p>Dalam program bimbingan bisnis one on one business coaching yang diberikan FocalPoint, setiap orang akan dikontrak selama 1 tahun dengan jumlah pertemuan 1X dalam seminggu. Tapi, seperti yang telah disebutkan, tidak semua orang bisa mengikuti program ini, kecuali mereka yang memang ingin sukses.</p>
<p>“Akan ada evaluasi sebelum kontrak dan syarat seperti, harus memiliki keinginan untuk sukses dan komitmen untuk melaksanakan. Terutama masalah waktu dan penerapan rencana yang telah dibuat,” kata Ellies.</p>
<p>100% Uang Kembali<br />
Mungkin ada pemilik bisnis yang meragukan program bimbingan yang ditawarkan FocalPoint. Buat apa mereka membayar sejumlah uang kalau tidak ada hasilnya nanti? Apakah FocalPoint mau peduli dan bertanggung jawab kalau pemilik bisnis tetap tidak bertambah profitnya setelah mengikuti program bimbingan?</p>
<p>“Saya percaya dengan metode dan sistim yang diberikan Bryan Tracy akan bermanfaat buat pemilik usaha. Bila pemilik bisnis tidak merasakan manfaatnya, investasi yang diberikan pada kami, akan dikembalikan 100%,” tegas Ellies.</p>
<p>Lalu, bagaimana cara mengukur keberhasilan pemilik usaha? Biasanya, ukuran keberhasilan dinilai dari rencana target profit yang akan didapat setelah mengikuti bimbingan bisnis. Bisa juga tujuan-tujuan lain di luar nilai finansial.</p>
<p>Tapi, pemilik bisnis tidak bisa sembarangan dalam menentukan target profit tersebut. Harus dilihat kondisi perusahaan dan analisa beberapa hal seperti, laporan keuangan, histori perusahaan, dan sebagainya. Dari situ, baru bisa ditentukan target yang sekiranya pantas. “Kebanyakan, hanya menginginkan profitnya meningkat 100%,” kata Ellies.</p>
<p>Bukan hanya sampai di situ, FocalPoint juga akan memantau perkembangan bisnis setiap kliennya. Termasuk, membantu klien ketika sedang menghadapi transaksi dagang atau perjanjian-perjanjian yang bersangkutan dengan bisnisnya. “Bila klien butuh bantuan, kami bersedia membantu melalui telepon,” ungkap Ellies.</p>
<p>Dalam bimbingan bisnis, selain program-program yang tepat, pemilik bisnis pun harus memiliki komitmen yang kuat. Selai ada motif, mereka juga harus konsisten dalam melakukan aksinya. Dalam arti, pemilik usaha harus benar-benar melakukan apa yang diberikan dalam program bimbingan bisnis. Tanpa komitmen yang kuat, bimbingan bisnis ini tidak akan ada artinya.</p>
<br />Posted in Ekbis Tagged: bimbingan, bisnis, brian tracy, perusahaan, usaha, wirausaha <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=131&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/15/inilah-kunci-sukses-pemilik-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopi-Cakwe dari Tak Kie, Kit Cong Kie, sampai Kaus Kaki</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/01/kopi-cakwe-dari-tak-kie-kit-cong-kie-sampai-kaus-kaki/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/01/kopi-cakwe-dari-tak-kie-kit-cong-kie-sampai-kaus-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 07:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[cakwe]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[warung kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ngopi, yuk!&#8221; Ajakan seperti ini berseliweran setiap hari. Biasanya, ajakan ini bermakna kongko-kongko. Tempatnya? Lagi-lagi seperti biasa, kawanan penyeruput kopi ini memilih tempat berpendingin udara. Kedai kopi franchise jentrek-jentrek tak terhitung di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyebar baik di mal, plasa, ataupun di kawasan perkantoran.Waralaba warung kopi makin sesak di Jakarta karena pasar yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=126&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_128" class="wp-caption alignright" style="width: 308px"><img class="size-full wp-image-128" src="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/05/1413418p1.gif?w=655" alt="Kompas.com"   /><p class="wp-caption-text">Kompas.com</p></div>
<p>&#8220;<em>Ngopi</em>, yuk!&#8221; Ajakan seperti ini berseliweran setiap hari. Biasanya, ajakan ini bermakna kongko-kongko. Tempatnya? Lagi-lagi seperti biasa, kawanan penyeruput kopi ini memilih tempat berpendingin udara. Kedai kopi <em>franchise</em> jentrek-jentrek tak terhitung di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyebar baik di mal, plasa, ataupun di kawasan perkantoran.<span id="more-126"></span>Waralaba warung kopi makin sesak di Jakarta karena pasar yang menggiurkan. Tengok saja ke beberapa kedai asal Pakde Sam itu, meski harga segelas kopi dengan berbagai cita rasa itu minimal hampir sama dengan sekitar 4-5 gelas kopi/kopi susu panas, es kopi/kopi susu di kedai-kedai tradisional, pembeli seperti tak peduli. Barangkali gengsi juga terbeli di sana. Padahal, Indonesia penghasil kopi arabika dan robusta terbesar keempat di dunia.</p>
<p>Untunglah penggemar kopi Indonesia yang masih percaya, kongko-kongko sambil minum kopi di warung kopi tradisional jauh lebih nikmat, tak perlu gusar. Pasalnya, warung kopi turun temurun di kawasan Pancoran, Jakarta Barat, masih bertahan di antara gempuran mal, plasa, beserta kedai kopi ala bule tadi.</p>
<p>Sayangnya, warung-warung kopi di sini tak lagi buka di atas pukul 17.00. Alasan klasik, setelah kerusuhan 1998, kawasan ini makin sepi khususnya di malam hari. Padahal, potensi kawasan ini sebagai kawasan wisata kuliner sungguh luar biasa.</p>
<p>Kembali ke soal <em>ngopi</em>, di Gang Gloria, Pancoran, siapa tak kenal Warung Kopi Tak Kie. Warung ini ada di antara tumpukan pedagang lain di sisi kiri dan kanan gang tersebut. Dengan hanya Rp 7.000, segelas es kopi bisa Anda nikmati. Es kopi ini bisa jadi teman <em>ngobrol</em> yang tak kalah segarnya dengan ”kopi bule”. Kedai kopi ini beserta es kopi-nya sudah turun temurun menyemarakkan kawasan tersebut. Kopi Lampung jadi bahan utama segelas kopi tradisional itu.</p>
<p>Mencari kopi tak hanya di Tak Kie. Melangkahlah lebih ke dalam. Jika Anda melihat tanda Cakwe Hokian, nah, di situ pula warung kopi tradisional lainnya berada. Tak seperti Tak Kie, di warung ini tak terlihat nama. Anton Sinarto, si pemilik warung, menyebut warungnya Sederhana meski orang di kawasan itu mengenal warung itu sebagai Kit Cong Kie.</p>
<p>Sebagai warung kopi tradisional, Anton pun sudah siap melayani pembeli atau siapa pun yang ingin sekadar kongko-kongko sambil makan pagi di kawasan ini sejak pukul 05.00 pagi. Anda bisa pilih es kopi, kopi panas, atau kopi susu. Rasanya pas. Di sini pula Anton memberi tahu Warta Kota untuk menikmati kopi susu dengan sentuhan cakwe. Hah?! Ya, cakwe.</p>
<p>”Dicelup <em>aja</em>, terus dimakan. Coba deh. Enak,” begitu Anton membujuk. Dan, memang, sensasi baru minum kopi dan makan cakwe pun terjadi di dalam mulut. Cakwe milik Ibu Lily ini pun sudah beredar di kawasan ini lebih dari 27 tahun lalu.</p>
<p>Menurut Anton, minum kopi atau kopi susu sambil makan cakwe sudah jadi kebiasaan di kawasan itu. ”Seperti teman minum kopi, <em>gitu</em>. Murah meriah, pula,” tambah Anton yang didampingi sang istri, Cendrawati Goutama.</p>
<p>Bapak dua putra ini melanjutkan usaha kedai kopi ini sejak 1980-an. ”Tapi warung ini sudah ada sejak Belanda masih ada,” lanjutnya, sekitar 1928 pun warung ini diperkirakan sudah ada dan masih menggunakan kopi Lampung hingga kini.</p>
<p>Kedai kopi tak berhenti sampai di sini sebab masuk lebih ke dalam lagi, ke arah dekat Toko Kawi, Anda bisa temui kopi kaus kaki. Tenang dulu, ini bukan sembarang kaus kaki. Kopi di sini disaring dengan penyaring yang mirip kaos kaki. Jadi, begitu disajikan, kopi ini sudah tanpa ampas. ”Kelebihan lain, kopi di sini disajikan di cangkir keramik yang bikin panasnya awet,” ujar Akiong, si pemilik kedai. Cangkir tadi harus dibeli di Singapura. Tapi tak usah khawatir, harga kopi di sini masih sangat rasional. Meski cangkir dari Singapura, tapi harga tetap warung kopi Indonesia.</p>
<p>Perihal cakwe sebagai teman kopi, Akiong membenarkan hal itu sebagai kebiasaan warga keturunan Tionghoa di kawasan itu. ”Dari dulu orang di sini <em>emang </em>kalau minum kopi pakai cakwe.” (<a href="http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/04/25/14134711/kopi-cakwe.dari.tak.kie.kit.cong.kie.sampai.kaus.kaki">Kompas.com</a><ins datetime="2009-05-01T07:11:10+00:00"></ins>)</p>
<br />Posted in Kuliner Tagged: cakwe, kopi, Kuliner, warung kopi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=126&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/05/01/kopi-cakwe-dari-tak-kie-kit-cong-kie-sampai-kaus-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiardo.files.wordpress.com/2009/05/1413418p1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Kompas.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2100 Bumi Akan Panas Sekali</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/25/2100-bumi-akan-panas-sekali/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/25/2100-bumi-akan-panas-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 03:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[efek rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[panas bumi]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Ancaman pemanasan global masih dapat dihilangkan dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil satu analisis baru. Meskipun temperatur global akan naik, sebagian aspek perubahan iklim yang paling berpotensi menimbulkan bahaya terhadap, termasuk kehilangan besar es laut Kutub Utara dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=123&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ancaman pemanasan global masih dapat dihilangkan dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil satu analisis baru.<br />
<span id="more-123"></span><br />
Meskipun temperatur global akan naik, sebagian aspek perubahan iklim yang paling berpotensi menimbulkan bahaya terhadap, termasuk kehilangan besar es laut Kutub Utara dan tanah beku serta kenaikan mencolok permukaan air laut, dapat dihindari.</p>
<p>Studi tersebut, yang dipimpin oleh beberapa ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR), direncanakan disiarkan pekan depan di dalam Geophysical Research Letters. Penelitian itu didanai oleh Department of Energy dan National Science Foundation, penaja NCAR.</p>
<p>&#8220;Penelitian ini menunjukkan kita tidak lagi dapat menghindari pemanasan mencolok selama abad ini,&#8221; kata ilmuwan NCAR Warren Washington, pemimpin peneliti tersebut.</p>
<p>Temperatur rata-rata global telah bertambah hangat mendekati 1 derajat celsius (hampir 1,8 derajat fahrenheit) sejak era pra-industri. Kebanyakan pemanasan disebabkan oleh buangan gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, terutama karbon dioksida.</p>
<p>Gas yang memerangkap panas itu telah naik dari tingkat era pra-industri sekitar 284 bagian per juta (ppm) di atmosfer jadi lebih dari 380 ppm hari ini.</p>
<p>Sementara penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pemanasan tambahan sebesar 1 derajat celsius (1,8 derajat fahrenheit) mungkin menjadi permulaan bagi perubahan iklim yang berbahaya, Uni Eropa telah menyerukan pengurangan dramatis buangan gas karbon dioksida dan gas rumah kaca. Kongres AS juga sedang membahas masalah itu.</p>
<p>Guna mengkaji dampak pengurangan semacam itu terhadap iklim di dunia, Washington dan rekannya melakukan kajian superkomputer global dengan menggunakan Community Climate System Model, yang berpusat di NCAR.</p>
<p>Mereka berasumsi, tingkat karbon dioksida dapat dipertahankan pada angka 450 ppm pada penghujung abad ini. Jumlah tersebut berasal dari US Climate Change Science Program, yang telah menetapkan 450 ppm sebagai sasaran yang bisa dicapai jika dunia secara cepat menyesuaikan tindakan pelestarian dan teknologi hijau baru guna mengurangi buangan gas secara dramatis.</p>
<p>Sebaliknya, buangan gas sekarang berada di jalur menuju tingkat 750 ppm paling lambat pada 2100 jika tak dikendalikan.</p>
<p>Hasil tim tersebut memperlihatkan kalau karbon dioksida ditahan pada tingkat 450 ppm, temperatur global akan naik sebesar 0,6 derajat celsius (sekitar 1 derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini sampai akhir abad ini.</p>
<p>Sebaliknya, studi itu memperlihatkan, temperatur akan naik hampir sebesar empat kali jumlah tersebut, jadi 2,2 derajat celsius (4 derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini, kalau buangan gas dibiarkan terus berlanjut di jalurnya saat ini.</p>
<p>Menahan tingkat karbon dioksida pada angka 450 ppm akan memiliki dampak lain, demikian perkiraan studi contoh iklim itu.</p>
<p>Kenaikan permukaan air laut akibat peningkatan panas karena temperatur air menghangat akan menjadi 14 sentimeter (sekitar 5,5 inci) dan bukan 22 sentimeter (8,7 inci). Kenaikan mencolok permukaan air laut diperkirakan akan terjadi karena pencairan lapisan es dan gletser.</p>
<p>Volume es Kutub Utara pada musim panas menyusut sebanyak seperempat dan diperkirakan akan stabil paling lambat pada 2100. Suatu penelitian telah menyatakan, es musim panas akan hilang sama sekali pada abad ini jika buangan gas tetap pada tingkat saat ini.</p>
<p>Pemanasan Kutub Utara akan berkurang separuhnya sehingga membantu melestarikan populasi ikan dan burung laut serta hewan mamalia laut di wilayah seperti di bagian utara Laut Bering.</p>
<p>Perubahan salju regional secara mencolok, termasuk penurunan salju di US Southwest dan peningkatan di US Norhteast serta Kanada, akan berkurang sampai separuh kalau buangan gas dapat dipertahankan pada tingkat 450 ppm.</p>
<p>Sistem cuaca itu akan stabil sampai sekitar 2100, dan bukan terus menghangat. Tim penelitian tersebut menggunakan simulasi superkomputer guna membandingkan skenario peristiwa biasa melalui pengurangan dramatis buangan karbon dioksida yang dimulai dalam waktu sekitar satu dasawarsa.</p>
<p>Penulis kajian tersebut menegaskan, mereka tidak mengkaji bagaimana pengurangan seperti itu dapat dicapai atau menyarankan kebijakan tertentu.</p>
<p>&#8220;Tujuan kami ialah menyediakan bagi pembuat kebijakan penelitian yang sesuai sehingga mereka dapat membuat keputusan setelah mendapat keterangan,&#8221; kata Washington.</p>
<p>&#8220;Studi ini menyediakan suatu harapan bahwa kita dapat menghindari dampak terburuk perubahan iklim, jika masyarakat dapat mengurangi buangan dalam jumlah besar selama beberapa dasawarsa mendatang dan melanjutkan pengurangan utama sepanjang abad ini.&#8221; (<a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/16/13560613/2100.bumi.akan.panas.sekali" target="_blank">Kompas.com</a>)</p>
<br />Posted in Sains &amp; Teknologi Tagged: bumi, efek rumah kaca, global warming, panas bumi, pemanasan global, tahun <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=123&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/25/2100-bumi-akan-panas-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Bayi Itu Membatu di Kandungan?</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/24/mengapa-bayi-itu-membatu-di-kandungan/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/24/mengapa-bayi-itu-membatu-di-kandungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 02:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kandungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Tim dokter yang dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG  dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu di dalam rongga perut Ny Painah (48). Saat itu Painah sedang menjalani operasi pengangkatan mioma uteri (sejenis tumor jinak,) di Rumah Sakit Dr Noesmir Baturaja, Rabu (22/4).Menurut keluarga Painah, kemungkian besar bayi itu sudah “menghuni” perut ibunya selama 24 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=121&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tim dokter yang dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG  dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu di dalam rongga perut Ny Painah (48). Saat itu Painah sedang menjalani operasi pengangkatan mioma uteri (sejenis tumor jinak,) di Rumah Sakit Dr Noesmir Baturaja, Rabu (22/4).<span id="more-121"></span>Menurut keluarga Painah, kemungkian besar bayi itu sudah “menghuni” perut ibunya selama 24 tahun. Saat itu, setelah acara <em>nujuh </em>bulan (syukuran untuk wanita yang sedang hamil tujuh bulan), janin di perut Ny Painah hilang dan perut Ny Painah berangsur mengecil seperti orang yang sudah bersalin.</p>
<p>Dr H Hafiz Usman SpoG yang ditemui seusai melakukan tindakan operasi mengatakan, kasus ini atau dalam istilah medis <em>lito pedium </em>(<em>lito </em>berarti batu dan <em>pedium </em>artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Ulu (OKU). Namun, di dunia medis hal ini sudah dikenal, dan kasus terakhir terjadi di Jawa Timur.</p>
<p>Menurut Dr H Hafiz Usman SpoG, Painah mengalami kehamilan intra abdominal atau ekstra utrin, janin meninggal dunia di dalam tapi tidak terjadi pembusukan dan janin tidak keluar (lahir) sebab posisi janin di dalam rongga perut (di luar rahim). Akibatnya, terjadi proses kalsifikasi (pengapuran).</p>
<p>Janin dengan berat 300 gr-400 gr dan panjang 14 cm (jika diluruskan), menurut dokter, diperkirakan berusia empat bulan. Janin normal ini masih terbungkus jaringan ikat kologin dengan posisi tangan kanan dilipat di bawah kepala dan tangan kiri terlipat di bawah paha kiri. Menurut Dr H Hafiz Usman, janin pasangan Ny Painah dan Sugiyanto ini sudah memiliki anggota gerak atas dan bawah yang lengkap.</p>
<p>Menurut Hafiz Usman, awalnya pasien masuk ke rumah sakit dengan keluhan  keluar darah dari vagina (pendarahan) selama dua bulan terakhir tanpa henti. Selanjutnya, pasien asal Desa Krujon, Kecamatan Semendaway Suku III atau yang lebih dikenal BK XVI Belitang, Kabupaten OKU Timur, ini menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan USG ditemukan tumor jinak di dalam rahim dan disarankan operasi mioma uteri.</p>
<p>Lebih jauh, menurut dokter, saat USG tidak tergambar dengan khas kalau ada <em>lito pediun </em>dalam perut pasien sehingga perhatian tim dokter hanya terfokus pada tumor. Operasi dimulai pukul 09.00 (1,5 jam) setelah dokter melakukan tindakan operasi pengangkatan mioma uteri, rahim lengket ketika dilepaskan dokter teraba benda seperti batu di daerah saluran telur sebelah kanan di luar rahim.</p>
<p>Awalnya dokter heran kenapa ada batu dalam perut pasien, rupanya ditemukan lito pediom di daerah saluran telur sebelah kanan di luar rahim. Setelah dokter menemukan lito pedium, tak lama berselang dokter juga menemukan tembuni yang tidak terserap yang juga sudah mengalami pengapuran.</p>
<p>Kasus hamil di luar rahim sebenarnya sering terjadi, tapi bila cepat ketahuan bisa diselamatkan dengan cara melakukan operasi pada saat janin sudah cukup bulan. Kasus ini menurut dokter tergolong langka.</p>
<p>“Bila keluarga pasien ikhlas bisa disumbangkan ke laboratorium untuk kepentingan pengetahuan dunia kedokteran,” katanya. Namun, sayangnya, keluarga Painah akan menguburkan janinnya, apalagi ini janin pertama dan terakhir (karena setelah itu Painah tidak hamil lagi).</p>
<p>Pengamatan  <em>Sripo</em>, Painah yang baru menjalani operasi belum pulih. Wanita separuh baya ini terlihat belum sadar. Anggota keluarga Painah ingin merahasiakan seputar ditemukannya janin yang sudah mengalami pengapuran, bahkan mereka meminta pengunjung rumah sakit maupun penunggu pasien tidak merubung Painah. “Sudahlah, jangan jadi tontonan, ini orang sakit,” ujar salah seorang keluarga Painah seraya meminta warga membubarkan diri. (<a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/11282334/mengapa.bayi.itu.membatu.di.kandungan" target="_blank">Kompas.com</a>/eni)</p>
<br />Posted in Kesehatan Tagged: aborsi, bayi, ibu, ibu hamil, penyakit kandungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=121&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/24/mengapa-bayi-itu-membatu-di-kandungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>24 Tahun Bayi Menjadi Batu di Perut</title>
		<link>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/24/24-tahun-bayi-menjadi-batu-di-perut/</link>
		<comments>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/24/24-tahun-bayi-menjadi-batu-di-perut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 02:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiardo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan kandungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiardo.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Tim dokter dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu dalam rongga perut Ny Painah (48) pada saat operasi pengangkatan mioma uteri yang dilakukan tim dokter dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG di Rumah Sakit dr Noesmir Baturaja Rabu (22/4).Bayi dengan berat sekitar 300 gram – 400 gram dan panjang 14 cm itu menurut keluarga Painah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=119&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tim dokter dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu dalam rongga perut Ny Painah (48) pada saat operasi pengangkatan mioma uteri yang dilakukan tim dokter dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG di Rumah Sakit dr Noesmir Baturaja Rabu (22/4).<span id="more-119"></span><span class="fullpost">Bayi dengan berat sekitar 300 gram – 400 gram dan panjang 14 cm itu menurut keluarga Painah sudah menghuni perut ibunya selama 24 tahun. Namun setelah acara tujuh bulanan, bayi hilang dan perut ibunya berangsur mengecil seperti orang sudah bersalin.</span></p>
<p>Dokter H Hafiz Usman SpOG mengatakan kasus ini atau dalam istilah medis Lito pedium (lito berarti batu dan pedium artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Utara (OKU). Ibu bayi mengalami kehamilan intraabdominal /ekstra utrin. Bayi meninggal dunia pada kehamilan tujuh bulan dan tidak ada jalan keluar (lahir) karena posisi bayi di dalam rongga perut atau <span class="fullpost">bayi berada di luar rahim. (<a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/0735118/24.tahun.bayi.menjadi.batu.di.perut"></a><a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/0735118/24.tahun.bayi.menjadi.batu.di.perut">Kompas.com</a>/Leni Juwita)</span></p>
<br />Posted in Kesehatan Tagged: anak, bayi, hamil, ibu hamil, kesehatan kandungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiardo.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiardo.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiardo.wordpress.com&amp;blog=1348669&amp;post=119&amp;subd=ardiardo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiardo.wordpress.com/2009/04/24/24-tahun-bayi-menjadi-batu-di-perut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ardiardo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
